my notes

dunia wanita

Penjelasan Lengkap Seputar Jilbab Muslimah

Assalamu’alaykum warohmatullah

Ustadz, saya ingin bertanya berkaitan dengan jilbab muslimah. Sebenarnya seperti apa yang benar? Insya Allah sudah tahu syaratnya, menutupi seluruh tubuh, longgar, tebal, tidak menarik perhatian, tidak tasyabbuh dengan laki-laki dan wanita kafir, dll. Sedikit saya gambarkan mengenai busana saya sehari-hari (afwan), saya memakai gamis yang gelap tidak menarik perhatian. Hitam, atau merah hati, warna anggur. Namun kerudung saya hingga perut. Nah kerudung saya ini yang suka dipermasalahkan oleh teman-teman ngaji saya. Mereka memakai hingga lutut. Sebenarnya panjang krudung itu sampai mana ustadz? Bukankah di alquran itu hingga dada? An Nur 31. Kalau saya berdalil begitu, maka teman-teman mengatakan yang sampai dada itu kerudung dalam. Saya jadi bingung ustadz. Padahal gamis saya sendiri sudah longgar dan tebal. Tapi kerudung saya seperut. Apakah itu belum syar’i? Kerudung saya juga lebar. Tidak macam-macam dengan perhiasan. Dan masalah penggunaan sarung tangan. Bagaimana ustadz hukum nya, apakah wajib? Kan katanya yang bikin aurot adalah telapak tangan. Berarti punggung tangan aurot? Mohon penjelasannya. Jazakallahu khairan.

Wassalamu’alaikum

(Ummu Hindun)

Jawab:

(lebih…)


Hukum-hukum Haid

Oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin

Terdapat banyak hukum haid, ada lebih dari dua puluh hukum. Dan kami sebutkan di sini hukum-hukum yang kami anggap banyak diperlukan, antara lain.
1. Shalat Diharamkan bagi wanita haid mengerjakan shalat, baik fardhu maupun sunat, dan tidak sah shalatnya.

(lebih…)


Apakah Istri Harus Mengetahui Semua Persoalan Suami?

Sebuah mahligai rumah tangga tidak pernah lepas dari berbagai macam problematika keluarga yang cenderung menumpuk dan mengkristal, baik datangnya dari pihak suami maupun istri. Penumpukan problem ini bisa menjadi bom waktu yang suatu saat meledak meluluhlantakkan rumah tangga.

Karena itu, usaha maksimal untuk menjinakkan bom permasalahan menjadi sebuah keniscayaan, agar kita tidak mendengar ucapan seseorang , “Aku lebih bahagia saat bujang, daripada keadaanku sekarang setelah menikah”.

(lebih…)


Pernak-pernik Hukum Wanita

oleh: ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf

1. Wanita Saudara Kandung Laki-Laki, tetapi Bukan Laki-Laki

Rosululloh bersabda :

إنما النساء شقائق الرجال

“Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki.”

Maksud dari sabda Rosululloh ini adalah bahwa wanita itu sama hukumnya dengan laki-laki, baik dalam masalah perintah maupun larangan, pahala dan dosa serta lainnya

Namun sesuatu yang harus disadari bahwa Alloh dan Rosul Nya telah membedakan antara keduanya dalam beberapa masalah, karena memang bagaimanapun wanita itu bukan laki-laki, sebagaimana firman Nya :

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى

“Dan laki-laki itu bukan seperti wanita.”

(QS. Ali Imron : 36)

Syaikh Mushthofa Al Adawi berkata:

“Hadits di atas berlaku secara umum bagi sebuah masalah yang tidak terdapat nash yang membedakan antara laki-laki dengan wanita. Adapun kalau didapatkan sebuah nash yang membedakan antara laki-laki dengan wanita maka maka wajib tunduk pada nash tersebut dan memberikan hukum tersendiri pada wanita begitu pula hukum tersendiri pada laki-laki.

Contoh :

  • Jangan ada seorangpun yang berkata bahwa persaksian seorang wanita sama dengan persaksian laki-laki hanya karna berdasarkan hadits diatas, ini adalah sebuah pendapat yang sangat munkar.
  • Jangan pula ada seorang pun yang berpendapat bahwa warisan wanita sama dengan warisan laki-laki, ini adalah sebuah kesalahan nyata.

(Lihat Jami’ Ahkamin Nisa’ 1/12 dengan diringkas)

2. Dzikir yang Menggunakan Lafadz Mudzakkar (maskulin-ed) Apakah Boleh Diucapkan oleh Seorang Wanita dengan Lafadz  Mu’anats (feminin-ed)?

(lebih…)