my notes

Archive for Agustus, 2010

Tsabitkan Penisbahan Kalimah “Sayyidina” Kepada Nabi Di Dalam Selawat?


Dalam hal ini, Sheikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani menyatakan:

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah pernah ditanya berkenaan kalimat selawat untuk Nabi yang dibaca dalam solat dan di luar solat, sama ada yang wajib atau pun yang sunnah/sunat:

“Apakah dalam ucapan selawat itu disyari’atkan menggunakan kata-kata Sayyid, seperti orang mengatakan “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad” atau “’ala sayyidina khalqi” atau “’ala sayyid waladi” atau hanya menggunakan kata-kata “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”. Manakah yang lebih baik daripada ucapan-ucapan itu? Apakah digunakan kata-kata sayyid atau tidak menggunakannya kerana tidak tersebut dalam hadis-hadis.”
(lebih…)

Iklan

Transkrip : Sifat Gerakan Telunjuk Ketika Tasyahhud, Syaikh al-Muhaddits Abu Ishaq al-Huwaini

TRANSKRIP :

Tahrik al-Ishba’ (menggerakkan jari telunjuk) sebagaimana yang ditunjukkan oleh guru kami al-Albani rahimahullahu. Saya pernah sholat di samping beliau pada suatu hari, lalu aku menggerakkan jari (telunjukku) seperti ini. Saya melakukannya seperti ini (yaitu menaikturunkan jari telunjuk). Lalu, setelah kami selesai sholat, beliau (Syaikh al-Albani) berkata kepadaku :

هل قرأت شيئا يوفق هذه الحركة؟

“Apakah Anda pernah membaca sesuatu yang mendukung gerakan seperti ini?”

Subhanallah. Saya benar-benar terkesan dengan adab (etika) syaikh rahimahullahu terhadapku. Beliau tidak dengan serta merta mengkritik diriku atau perkataanku, (dengan mengatakan) “apa yang kamu lakukan?”… tidak!!! Namun beliau bertanya kepadaku, apakah saya memiliki sandaran/dasar di dalam melakukan gerakan seperti ini (yaitu naik dan turun).
(lebih…)


Penjelasan Seputar Qodho dan Fidyah Puasa Ramadhan

MEMBAYAR UTANG (QODHO) PUASA RAMADHAN

Berbagai permasalahan qodho’ puasa (membayar utang atau nyaur puasa) masih belum dipahami oleh sebagian kaum muslimin. Oleh karena itu, pembahasan ini sangat menarik jika kami ketengahkan. Semoga bermanfaat.

Yang dimaksud dengan qodho’ adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.[1] Untuk kasus orang sakit misalnya, di bulan Ramadhan seseorang mengalami sakit berat sehingga tidak kuat berpuasa. Sesudah bulan Ramadhan dia mengganti puasanya tadi. Inilah yang disebut qodho’.

Orang yang Diberi Keringanan untuk Mengqodho’ Puasa

Ada beberapa golongan yang diberi keringanan atau diharuskan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan mesti mengqodho’ puasanya setelah lepas dari udzur, yaitu:

(lebih…)


Pertanyaan Seputar Shalat Witir

Adab-Adab Shalat Witir

oleh Ustadz Abu Muawiyah

Dari Thalq bin Ali radhiallahu anhu dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ
“Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Abu Daud no. 1439, At-Tirmizi no. 470, dan Ibnu Majah no. 1661)
Al Hasan bin Ali radliallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku ucapkan ketika melakukan witir, yaitu:

(lebih…)


Qunut Shubuh dan Qunut Nazilah

Tanya:
Assalamu’alaikum Wr Wb
Apakah Rasul baca doa qunut bila shalat shubuh sepanjang hayat? Kapan beliau berqunut? Mohon penjelasan dengan dasar hadits shahih lengkap!

P. Mul 0274 782xxxx

Jawab:

Pertanyaan senada pernah dilayangkan kepada Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.
Beliau ditanya,

“Apakah disyariatkan menggunakan doa qunut witir (yaitu allahummahdini fiman hadaita …) pada rakaat terakhir shalat shubuh?!”

Jawaban beliau,

(lebih…)


Pembatal Puasa di Zaman Modern

Pembatal Puasa di Zaman Modern (2)

Berikut ini akan kami sebutkan beberapa alat modern [3] yang biasa digunakan oleh manusia dan hukum penggunaannya bagi orang yang sedang berpuasa.1. بخاخ الربو (Bronkodilator)

Yaitu sebuah alat yang berisikan obat pembuka saluran bronki yang menyempit oleh denyutan, yang disemprotkan ke mulut untuk mengobati atau meredakan penyakit sejenis asma/sesak napas [4].

Alat ini mengandung beberapa unsur di dalamnya, antara lain: air, oksigen, dan bahan-bahan kimia lainnya.

Hukumnya?

Para ulama berbeda pendapat tentang alat ini menjadi dua pendapat:

(a) Pendapat pertama. Mereka mengatakan bahwa alat ini tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat Syaikh Bin Baz [5], Ibnu Utsaimin [6], Ibnu Jibrin [7], dan keputusan Lajnah Da’imah [8].

Dalil mereka:

(lebih…)


Panduan Puasa Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

Definisi Puasa.

Secara bahasa bermakna menahan.

Sementara menurut syariat, Imam Al-Qurthubi -rahimahullah- berkata, “Dia (puasa) adalah perbuatan menahan diri dari semua pembatal puasa disertai dengan niat (ibadah), sejak dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.” (Tafsir Al-Qurthubi pada ayat 183 dari surah Al-Baqarah)

Imam An-Nawawi berkata -memberikan definisi puasa- dalam Al-Majmu’ (6/247), “Penahanan yang bersifat khusus, dari sesuatu yang tertentu, yang dikerjakan pada waktu tertentu, dan dilakukan oleh orang tertentu.”

Ucapan beliau, “dari sesuatu yang tertentu,” yakni seorang yang berpuasa tidaklah menahan diri dari segala sesuatu akan tetapi terbatas pada apa yang bisa membatalkan puasanya. “Pada waktu tertentu,” yakni hanya pada siang hari dan pada hari-hari yang disyariatkan berpuasa di situ. “Oleh orang tertentu,” yakni hanya bagi mereka yang telah mumayyiz dan sanggup untuk berpuasa.

Pembagian Puasa.

Puasa dalam syariat Islam terbagi menjadi dua:

1. Puasa sunnah.

2. Puasa wajib, dan dia ada tiga jenis:

  • · Yang wajib karena waktu. Ini adalah puasa ramadhan, dan puasa ini yang akan kita bahas hukum-hukumnya.
  • · Yang wajib karena adanya sebab, dan dia adalah puasa dalam membayar kaffarat.
  • · Yang wajib karena seseorang mewajibkannya atas dirinya, yaitu puasa nazar.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata dalam Kitab Ash-Shiyam dari Syarah Al-Umdah (1/26), “Puasa itu ada lima jenis: Puasa yang wajib dengan syara’ yaitu puasa bulan ramadhan baik yang ada`an maupun qadha`, puasa wajib dalam kaffarah, yang wajib karena nazar, dan puasa sunnah.” Lihat juga Shahih Fiqhus Sunnah (2/88)

Hukum Puasa Ramadhan.

Puasa ramadhan hukumnya adalah wajib atas setiap muslim yang balig, berakal, sehat dan muqim (bukan musafir). Dia merupakan salah satu dari rukun Islam, yang kewajibannya ditunjukkan oleh Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ umat ini.

(lebih…)


HAKIKAT NABI KHIDIR

oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam

Kisah Nabi Khidir ‘alaihissalam sudah sangat terkenal dan masyhur dikalangan kaum muslimin, karena telah ada dalam al qur’an surat al kahfi ayat 60 – 82.

Beliau adalah teman Nabi Musa bin Imran ‘alaihissalam dan tidak benar orang yang mengklaim bahwa beliau bukan teman Nabi Musa bin Imran, sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Bukhary dan Muslim dari Sa’id bin Jubair beliau berkata : saya bertanya kepada Ibnu ‘Abbas bahwa Nufa al bakaaly mengklaim bahwa Musa yang berjumpa dengan Nabi Khidir bukanlah Musa bani Israil akan tetapi Musa yang lainnya. Lalu beliau menjawab :” Musuh Allah itu telah berdusta (sangat salah) “.

Nama beliau adalah Balyaa bin Milkan bin Faaligh bin ‘Aabir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh ‘alaihissalam menurut pendapat yang masyhur dari para ahli sejarah (lihat Syarah sahih Muslim 15/134), kunyah beliau adalah Abul’Abbas akan tetapi lebih terkenal dengan gelar Al Khodhir atau Al Khidhr (orang indonesia mengucapkannya dengan Khidir) yang bermakna hijau, disebut demikian karena dia duduk di tanah Yang tandus kemudian tiba-tiba tanah tersebut berguncang dan menjadi hijau sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh imam Bukhary dalam sahihnya (no. 3402).

Apakah beliau seorang Nabi atau wali ?

(lebih…)